Selasa, 05 Juli 2016
Minggu, 19 Juni 2016
Suara Tangis dalam Ponsel
Posted on 20.38by ayundayani rosadi with No comments
Ada suara tangis dari dalam ponselku
Tangis akibat keegoisanku
Tangis yang meledak karena terkejutmu
Lalu aku masih diam sambil mengutuk
Mengutuk diri yang tau diri ini
Tak lama keadaan menjadi hening
'Aku Tak Apa'
Ungkapmu saat mulut harimau mulai bungkam
Tanpa kau tahu,
Aku rasakan tangis yang kau tahan dari jauh sana
Miris.
Tangismu, selalu mengikis hatiku.
Maafkan aku,
Atas segala sikap egois ini.
Sabtu, 18 Juni 2016
Happy Birthday
Posted on 07.47by ayundayani rosadi with No comments
Koma dan Titik
Posted on 07.34by ayundayani rosadi with No comments
Malam ini gemericik hujan menemani kami.
Nikmat dan syahdu meski kita ada di tempat berbeda.
Sepertinya hujan adil.
Aku menunggumu sedari tadi di sebuah koma.
Harummu hinggap menjadi titik dari sebuah kalimat.
Rindu
Senin, 13 Juni 2016
Sepi Itu Kamu
Posted on 01.03by ayundayani rosadi with No comments
Dimana kamu saat ini? apa yang sedang kamu lakukan?
Jika kamu ingin tahu.
Aku sedang menepi dan menikmati sepi.
Mulai berbicara pada angin yang menampar dingin kulit ini.
Otakku kosong.
Mencoba menikmati kesendiran dan sepi ini.
Bukan aku tak memikirkanmu.
Sepi ini tercipta karena adanya kamu.
Aku harus merasakan sepi dikala senang.
Aku pun harus merasakan senang dikala sepi.
Aku menikmati hal positif dari dirimu.
Dan aku sangat mencintai hal negatif yang ada juga.
Bukan hidup itu manis dan pahit?
Hidup yang mengajak kita untuk saling paham bagaimana rasa luka.
Bahkan pemahamanku jauh berlari dibanding pemahamanmu.
Terkadang hal itu yang membuatku terbiasa menahan rasa luka.
Dalam pemahamanku, kau lah satu-satunya dan tidak ada lain rupa.
Mungkin sama di dalam pemahamanmu juga.
Tapi aku merasa ada porsi yang berbeda. Akupun sangat menghargai perbedaan porsi itu.
Aku masih menikmati sepiku.
Membiarkan imajinasiku membayangkan wajah indah yang menari nari di dalam pikiranku.
Membiarkan tenang sedikit mengobati lukaku.
Apapun yang terjadi. Aku tak akan pergi dari dirimu.
Tualah bersamaku. Agar kita bisa menghirup udara pagi. Agar kita bisa berbicara soal sepi.
Jika kamu ingin tahu.
Aku sedang menepi dan menikmati sepi.
Mulai berbicara pada angin yang menampar dingin kulit ini.
Otakku kosong.
Mencoba menikmati kesendiran dan sepi ini.
Bukan aku tak memikirkanmu.
Sepi ini tercipta karena adanya kamu.
Aku harus merasakan sepi dikala senang.
Aku pun harus merasakan senang dikala sepi.
Aku menikmati hal positif dari dirimu.
Dan aku sangat mencintai hal negatif yang ada juga.
Bukan hidup itu manis dan pahit?
Hidup yang mengajak kita untuk saling paham bagaimana rasa luka.
Bahkan pemahamanku jauh berlari dibanding pemahamanmu.
Terkadang hal itu yang membuatku terbiasa menahan rasa luka.
Dalam pemahamanku, kau lah satu-satunya dan tidak ada lain rupa.
Mungkin sama di dalam pemahamanmu juga.
Tapi aku merasa ada porsi yang berbeda. Akupun sangat menghargai perbedaan porsi itu.
Aku masih menikmati sepiku.
Membiarkan imajinasiku membayangkan wajah indah yang menari nari di dalam pikiranku.
Membiarkan tenang sedikit mengobati lukaku.
Apapun yang terjadi. Aku tak akan pergi dari dirimu.
Tualah bersamaku. Agar kita bisa menghirup udara pagi. Agar kita bisa berbicara soal sepi.
Kamis, 09 Juni 2016
Mengapa Kau Begitu Yakin?
Posted on 02.53by ayundayani rosadi with No comments
Cerita ini tentang sebuah keyakinan atas ucapan dari sebuah
tuntunan hati. Memang tidak seindah para pujangga menulis sajak atau
puisi. Tetapi cerita ini mampu menyentuh kamu sayang, yang memiliki aku
saat ini.
Sampai saat ini, aku paham akan gejolak hati dan
problematika yang terjadi diantara kita. Tidak melulu memikirkan aku
atau kamu. Saatnya kita memikirkan soal kita.
Permasalahan
silih berganti datang tiada henti, keluar dari egois aku atau kamu.
Tapi menurutku, masalah ini memperlihatkan siapa aku siapa kamu.
bagaimana cara aku isyaratkan tanda suka dan tidak suka. Bagaimana kamu
tunjukkan sikap marah atau senang.
Lalu akankah itu jadi permasalahan besar? tidak.
Apakah mimpi-mimpi kita akan terwujud dengan keadaan yang seperti ini?
Aku bilang pasti.
Mungkin ada pertanyaan lagi yang akan datang
Mengapa kau begitu yakin?
Janji Tercinta
Posted on 02.48by ayundayani rosadi with No comments
Mungkin kamu belum mengerti, bagaimana bisa aku begitu jatuh cinta dengan sosok kamu.
#JANJI TERCINTA#
Mungkin kamu sering tanyakan, bagaimana jika esok sudah tak ada cinta.
Mungkin kamu belum pahami, bagaimana bisa cinta tumbuh diantara kita.
Mungkin sudah saatnya aku memberitahukan soal kemungkinan yang belum kau mengerti, tanyakan, dan pahami.
Esokku
yang selalu kujanjikan dengan cinta adalah cara cinta bisa tumbuh
diantara kita. Janji ku dengan orang yang tercinta, itu adalah alasan
aku begitu jatuh cinta denganmu.#JANJI TERCINTA#
Langganan:
Postingan (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.
Labels
- asmara (1)
- be yourself (1)
- gantung (1)
- harimau malam cinta panas (1)
- jatuh dan Terbuai (1)
- keyakinan hubungan asmara cinta keseriusan (1)
- love (1)
- pergi sesuka hati (1)
- Siapa kau (1)
- terlalu cepat mencintaimu (1)
- untuk pertama kalinya (1)
Search Box
HALO
- ayundayani rosadi
- Jawa Barat, Bogor, Indonesia
- hello, nama gua ayundayani rosadi. buat lebih akrab panggil aja gua yonde. gua sempet SD di SDN 15 pagi Tugu Utara. terus gua sempet SMP juga di SMPN 136 Jakarta Utara. gua juga sempet SMA nih, di SMAN 75 Jakarta Utara. sekarang gua mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta, jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan. Program Studi Jurnalistik. tepatnya dikelas Jurnalistik 1b. gua Announcer di @porosfm (polytechnic radio station) thank you \m/

