Sabtu, 14 Februari 2015

Halo

Halo,
Setelah sekian lama tak menulis, si penulis pun akan kembali menulis untuk para pembaca.
Tulisan sastra amatir akan tayang setiap harinya di malam hari.
Tulisan yang tayang, adalah fiktif belaka dan berasal dari imajinasi sang penulis.
Terimakasih, selamat membaca

Terlalu cepat

Terlalu cepat ku menyayangimu, tak cukup bercerita, namun terlanjur ku mencintaimu, meskiku tak mengenalmu.

Hingga akhirnya ku terjebak, dalam kesalahanku, tuk mencintaimu, hingga kini aku tak mampu, untuk melepas diriku dan melupakanmu.

Kau pandai menjebakku, untuk pertama kalinya.  Dan aku, masuk dan jatuh di dalamnya.
Kau tau aku terbuai, hempaskan aku sesukamu. Aku terjebak dalam sakit yang kau buat.

Selasa, 10 Februari 2015

Siapa kau?

Siapa kau?
Mampu mengisi bagian terkecil di hati ini?
Dengan pasti, aku menarikmu bahkan mengunci di dalam tempat suci ini.
Tanpa tahu, siapa kau?

Siapa kau?
Hadir tiba-tiba dan pergi sesuka hati. Panjatkan kebahagiaan hidupmu yang kau bilang hanya untuk sekali. Lalu memintaku pergi seenak ucapmu. Tak mengerti, siapa kau?

Siapa kau?
Muncul lagi tapi tak pasti, ucap maaf dengan dengki. Tapi yang disini tetap meyakini.
Sungguh berani, siapa kau?

Siapa kau?
Maju mundur sesuka hati, di ruang yang kecil ini. Tak peduli ada yang tersakiti. Dengan pasti kau racuni tanpa melirik tanda peduli.
Tapi yang disini tak lelah terus mencari, siapa kau?

Siapa kau?
Sampai mampu menggantungi, dengan percaya diri kau ucap 'ini aku ya memang seperti ini'.
Kau, percaya diri dengan sikap mu itu? Percayalah, kau tak akan pernah jadi siapa siapa

Senin, 29 September 2014

Bogopaso



Terkadang sesuatu yang kita inginkan, tidak bisa sama sekali kita sentuh? Seperti apa hancurnya?
Saat kita tidak diberi kesempatan sama sekali untuk mengenal hal yang kita inginkan, apakah melupakan solusi satu-satunya?
Di balik sisi yang sempurna, pasti ada puing luka yang tersembunyi. Ketika kita dituntut untuk menjadi sempurna, luka itu harus sekuat tenaga kita tutupin.
Darimana kekuatan itu datang? Dari sepasang mata yang bertaruh penuh dalam satu kesukesan.
Bagaimana dengan konflik lainnya?
Ketika sesuatu yang terlarang sudah mulai berjalan begitu dalam? Menaruh sebuah harapan dan seketika kita harus menghentikan harapan tersebut? Mudahkah? Tidak.
Saat yang kita miliki hanyalah sesuatu yang daritadi kita sebut terlarang, dan semua itu dihentikan.
Apa yang akan terjadi dengan kehidupan selanjutnya, jika kesempatan dan terlarang itu tidak ada di dalam kehidupan yang penuh dengan tuntutan kesempurnaan?
Rasakan melodi music blue for labrusca memang sudah bisa menenangkan emosi yang memuncak.
Saat diam, terkutuk lah dengan julukan tak peduli
Saat bicara, terkutu lagi dengan julukan egois
Biarlah, segalanya mengalir tanpa sepaatah kata pun.
Cukup kau mengenalku, dengan ketidakpedulianku.

Kamis, 16 Januari 2014

Masih

Masih.
Kami masih duduk bersampingan, berhadapan.

Masih.
Kami masih saling memandang, saling tersenyum.

Masih.
Kami masih saling merangkul, saling menggandeng.

Masih.
Kami masih saling mencari, saling membutuhkan.

Masih.
Kami masih saling tertawa bersama, menangis bersama.

Masih.
Kami masih belum bisa saling memiliki, masih belum berani berterus terang.

-AYR-

Treasure

Terkagum aku, akan semua hal yang kau tau.
Terpukau aku, akan segala cahaya yang kau pancarkan.

Aku masih terus memandangimu.
Mataku masih terus mengawasimu.
Sesekali pandanganmu lari ke arah ku.
Kaget dan kualihkan pandanganku.

Lalu kau tersenyum denganku
Percayalah, senyuman itu adalah oksigen untukku.

Aku tak lelah melakukan itu.
Memandang dan melepaskan pandanganku untukmu.

Candamu, tangismu, amarahmu, diammu.
Adalah sesuatu yang aku butuhkan.

Sejuta cara akan kulakukan,
Hanya untuk melihat semua itu.

-AYR-

Rabu, 11 Desember 2013

Keajaiban dari Sebuah Kepercayaan

Kepercayaan membunuh, jika diberi kepada orang yang salah.
Kepercayaan menyatukan, jika diberi kepada orang yang benar.
dan Kepercayaan resmi terhapuskan.
Jika Kepercayaan disambut dengan segala kebohongan.

Ajaibnya sebuah kepercayaan.
Entah menghantar kemana lagi kepercayaan itu.
Ke sebuah kekecewaan
atau kepercayaan-kepercayaan yang semakin kuat?

Jika sudah hilang kepercayaan.
Mungkin memaafkan masih terlintas.
Tetapi, berniat untuk memberikan kepercayaan kembali?
Hal yang sulit.

Kepercayaan ibarat sebuah cangkir cantik.
Jika gagangnya pecah,
membuat tidak enak dilihat lagi.
meski masih dapat digunakan.

Bukan berarti adalah sebuah dendam.
Tetapi, sesuatu yang retak.
Tentu tidak sama dengan bentuk awalnya.

Jaga baik-baik. Sebuah keajaiban dari Kepercayaan

Diberdayakan oleh Blogger.

Search Box

HALO

Foto saya
Jawa Barat, Bogor, Indonesia
hello, nama gua ayundayani rosadi. buat lebih akrab panggil aja gua yonde. gua sempet SD di SDN 15 pagi Tugu Utara. terus gua sempet SMP juga di SMPN 136 Jakarta Utara. gua juga sempet SMA nih, di SMAN 75 Jakarta Utara. sekarang gua mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta, jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan. Program Studi Jurnalistik. tepatnya dikelas Jurnalistik 1b. gua Announcer di @porosfm (polytechnic radio station) thank you \m/

Pengikut