Senin, 13 Juni 2016

Sepi Itu Kamu

Dimana kamu saat ini? apa yang sedang kamu lakukan?
Jika kamu ingin tahu.
Aku sedang menepi dan menikmati sepi.
Mulai berbicara pada angin yang menampar dingin kulit ini.

Otakku kosong.
Mencoba menikmati kesendiran dan sepi ini.
Bukan aku tak memikirkanmu.
Sepi ini tercipta karena adanya kamu.

Aku harus merasakan sepi dikala senang.
Aku pun harus merasakan senang dikala sepi.

Aku menikmati hal positif dari dirimu.
Dan aku sangat mencintai hal negatif yang ada juga.

Bukan hidup itu manis dan pahit?
Hidup yang mengajak kita untuk saling paham bagaimana rasa luka.

Bahkan pemahamanku jauh berlari dibanding pemahamanmu.
Terkadang hal itu yang membuatku terbiasa menahan rasa luka.

Dalam pemahamanku, kau lah satu-satunya dan tidak ada lain rupa.

Mungkin sama di dalam pemahamanmu juga.

Tapi aku merasa ada porsi yang berbeda. Akupun sangat menghargai perbedaan porsi itu.

Aku masih menikmati sepiku.
Membiarkan imajinasiku membayangkan wajah indah yang menari nari di dalam pikiranku.
Membiarkan tenang sedikit mengobati lukaku.

Apapun yang terjadi. Aku tak akan pergi dari dirimu.
Tualah bersamaku. Agar kita bisa menghirup udara pagi. Agar kita bisa berbicara soal sepi.

Kamis, 09 Juni 2016

Mengapa Kau Begitu Yakin?

Cerita ini tentang sebuah keyakinan atas ucapan dari sebuah tuntunan hati. Memang tidak seindah para pujangga menulis sajak atau puisi. Tetapi cerita ini mampu menyentuh kamu sayang, yang memiliki aku saat ini.
Sampai saat ini, aku paham akan gejolak hati dan problematika yang terjadi diantara kita. Tidak melulu memikirkan aku atau kamu. Saatnya kita memikirkan soal kita.
Permasalahan silih berganti datang tiada henti, keluar dari egois aku atau kamu. Tapi menurutku, masalah ini memperlihatkan siapa aku siapa kamu. bagaimana cara aku isyaratkan tanda suka dan tidak suka. Bagaimana kamu tunjukkan sikap marah atau senang.
Lalu akankah itu jadi permasalahan besar? tidak.
Apakah mimpi-mimpi kita akan terwujud dengan keadaan yang seperti ini?
Aku bilang pasti.
Mungkin ada pertanyaan lagi yang akan datang
Mengapa kau begitu yakin?




Janji Tercinta

Mungkin kamu belum mengerti, bagaimana bisa aku begitu jatuh cinta dengan sosok kamu.

Mungkin kamu sering tanyakan, bagaimana jika esok sudah tak ada cinta.
Mungkin kamu belum pahami, bagaimana bisa cinta tumbuh diantara kita.
Mungkin sudah saatnya aku memberitahukan soal kemungkinan yang belum kau mengerti, tanyakan, dan pahami.
Esokku yang selalu kujanjikan dengan cinta adalah cara cinta bisa tumbuh diantara kita. Janji ku dengan orang yang tercinta, itu adalah alasan aku begitu jatuh cinta denganmu.

#JANJI TERCINTA#

Selasa, 08 Desember 2015

Jadi Dirimu

Aku jatuh hati.
Jujur sekali, baru kali ini aku merasakan sentuhan keindahan.
Sentuhan sikap untuk dicintai dan mencintai.
Bukan metafora apalagi paradigma.
Ini hanya sebuah fakta yang terlihat dan terasa.

Terkadang tanpa kau sadari, kau melukaiku.
Baiklah aku siap.
Mungkin itu kuasaku untuk tetap tenang saat terluka.
Berkalikali ku ucap, ku mencintaimu.
Hanya jadilah dirimu sendiri di hadapnku, bukan hanya dihadapan mereka.

Percayalah, aku mencintamu apa adanya kamu.

Keyakinan

Mungkin nafasku masih terasa asing di kulitmu.
Masih bisa kau pungkiri, cinta ini tidaklah nyata adanya.
Tapi aku?
Jantungku bergejolak setiap kali kau berkata tak yakin denganku.
Bahkan, aku hafal.
Sangat hafal.
Seperti apa wajahmu, suaramu, senyummu. Saat kau berucap keraguanmu.
Entahlah, tentunya aku selalu berusaha untuk meyakini.
Tapi, aku juga butuh keyakinan, bahwa kau pantas untuk diyakinkan.

Jumat, 13 Maret 2015

Kaya ga akan ketemu lagi deh

Rupanya, senyum itu sangat nyata.
Bahkan jelas teringat, hingga saat ini.
Saat sepasang mata ini tak melepas pandangan bahkan genggaman.
Lalu seseorang berkata "Kaya ga akan ketemu lagi deh"

Hingga telapak tangan sudah harus melepas, tersungging senyum itu dari orang dihadapan.
Lalu duka pun menghujani.
Ketika aku sudah mulai menjatuhkan hati, ternyata senyum itu untuk yang terakhir kali.

Nikmat sekali jika di ingat. Sebanding dengan rindu saat ini.
Bibir ucapkan selesai, hati memaksa selesaikan.
Entah luka apa yang kutancap, kau menghindariku seakan aku penjahat.

Sabtu, 14 Februari 2015

Halo

Halo,
Setelah sekian lama tak menulis, si penulis pun akan kembali menulis untuk para pembaca.
Tulisan sastra amatir akan tayang setiap harinya di malam hari.
Tulisan yang tayang, adalah fiktif belaka dan berasal dari imajinasi sang penulis.
Terimakasih, selamat membaca
Diberdayakan oleh Blogger.

Search Box

HALO

Foto saya
Jawa Barat, Bogor, Indonesia
hello, nama gua ayundayani rosadi. buat lebih akrab panggil aja gua yonde. gua sempet SD di SDN 15 pagi Tugu Utara. terus gua sempet SMP juga di SMPN 136 Jakarta Utara. gua juga sempet SMA nih, di SMAN 75 Jakarta Utara. sekarang gua mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta, jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan. Program Studi Jurnalistik. tepatnya dikelas Jurnalistik 1b. gua Announcer di @porosfm (polytechnic radio station) thank you \m/

Pengikut