Seperti apa tercebur dalam gelapnya kenikmatan.
Mata Kuliah Favorit
Seperti apa tercebur dalam gelapnya kenikmatan.
Aku menanti
Setiap dekapan yang larut dalam rintihan kebahagiaan
Ingin kuhitung jari jarimu dengan kecupan
Tanpa batas, aku akan membawamu puas.
Jangan tersenyum
Senyum itu menariku semakin buas
Jangan salahkan aku jika kau ku terkam
Biar kita berkeringat nikmati malam

Sepasang muda mudi, muda muda dan mudi mudi terlihat bertebaran di hari lebaran kedua.
Eloknya mereka dengan pakaian rapih berkilau bahkan kembaran seperti ingin ke kondangan.
Bergandeng tangan. Melempar tatapan satu sama lain dengan penuh kebahagiaan.
Tentu saja itu menjadi pemandangan yang menyenangkan di tengah perjalanan pulang dari kerja kantoran.
Senangnya melihat kebahagiaan dan kedamaian yang dirayakan tidak hanya para muslim.
Ada yang tersenyum, mungkin mereka habis bertamu ke rumah mertua atau calon mertua.
Ada yang lelah memejamkan mata, mungkin mereka letih setelah bercengkrama penuh kebahagiaan dengan keluarga.
Saat letih.
Cobalah sejenak diam dan memandang ke sekitar.
Rasakan.
Perasaan dari setiap lapisan manusia.
Pada dasarnya, manusia harus bahagia.
Dengan kebersamaan.
Keluarga, Kekasih, Teman maupun pekerjaan. Syukurilah.
Semuanya.
Tercipta dan datang, dengan kandungan kebahagiaan.
God Bless You.
-Commuter Line
Jakarta, 07-07-2016
18.50 wib