Selasa, 02 Oktober 2012

awake

With every appearance by you,
blinding my eyes,
I can hardly remember the last
time I felt like I do.
You're an angel disguised.
And you're lying real still,
But your heart beat is fast just like
mine.
And the movie's long over,
That's three that have passed, one
more's fine.
Will you stay awake for me?
I don't wanna miss anything
I don't wanna miss anything
I will share the air I breathe,
I'll give you my heart on a string,
I just don't wanna miss anything.
I'm trying real hard not to shake.
I'm biting my tongue,
But I'm feeling alive and with every
breathe that I take,
I feel like I've won. You're my key
to survival.
And if it's a hero you want,
I can save you. Just stay here.
Your whispers are priceless.
Your breathe, it is dear. So please
stay near.
Will you stay awake for me?
I don't wanna miss anything
I don't wanna miss anything
I will share the air I breathe,
I'll give you my heart on a string,
I just don't wanna miss anything.
Say my name. I just want to hear
you.
Say my name. So I know it's true.
You're changing me. You're
changing me.
You showed me how to live.
So just say. So just say,
That you'll stay awake for me.
I don't wanna miss anything.
I don't wanna miss anything.
I will share the air I breathe,
I'll give you my heart on a string,
I just don't wanna miss anything

just post

Hari ini ga ada dosen statistik.
Dosen penulisan berita datengnya juga telat.
Temen kelas sebelah udah pada ga ada kelas.
Garing banget, ngerjain tugas aja.
Doi kuliah jam setengah 9.
Tp sampe jam 10 ga ngabarin sama sekali. Damn banget kan?
Gua sms duluan.
Ujung ujungnya berantem lagi.
Ada yang tau ga? Gimana bina suatu LDR?
Percaya. Tp kawatir itu gabisa hilang.
Akhirnya gua stop smsan.
Bengong. Spiderman. Tolong hibur aku .-.
Selesai jam penulisan berita.
Ada kumpul di poros. Temen temen gua udah disana.
Gua otw aja sama tiara syifa.
Ketawa ketiwi. Berusaha menghibur diri aja. Sengaja ga online in hp. Agak males aja buat jelasin ke dia. Nanti ujung2nya gua yg minta maaf lagi.

Di poros ngebahas apa aja yang harus dibawa.
Sedikit terhibur gua disana. Asik semua isinya. Oke poros itu singkatan dari polytechnic radio station.

Selesai bersenda gurau. Baru sadar perut belum di isi nasi dari pagi.
Gua ajak buci manda dini makan di es pocong margonda.
Yang takut pocong. Jengglot dll jangan kesana haha.

Selesai makan, gua pulang.
Yah, naik kereta commuterline yg harganya naik 2000. Jadi 9000. Padahal gua ga merasa ada sesuatu yg berubah. Ga ngerti lah gua sama kehidupan.
Mungkin ini yg namanya realita kehidupan. Kita bayar tapi kita ga dapetin apa apa.
Yang gua tau, cuma ada masa percobaan kereta khusus wanita dan rangkain2 kereta baru.

Sambil gua nunggu kereta di stasiun universitas indonesia. Gua pakai headset.
Shit lagunya mellow. Gua bengong dan terputar lah semua perlahan yang membuat gua berhalusinasi kalo dia ada disamping gua.

Kenapa ya? Kadang gua nanya sama diri sendiri? Gua total banget ke dia. Tp, dia? Gua liat sih gitu. Yah gatau deh. Nanti kalo gua salah ngomong jadi masalah lagi.
Kereta dateng, seperti biasa.

Kereta tujuan bogor pukul 18.00 itu kaya ikan pepes di dalamnya. Memeluk satu sama lain. Bersandar sandaran.
Huh untung cewe semua isinya.

Di dalem kereta, ada org depan gua. ada dua org. kanan kiri gua.
gua nengok kanan. ga sengaja kliatan hp nya. dan dia lagi balas sms gini

"aku gapapa baby, aku udah dikereta. aluvu"

ah buat bt aja. gua alihin pandangan gua kekiri. eh ga sengaja baca sms org depan gua lagi
"iya syg, jemput aku yah di stasiun bogor muah"

jirrr, terus gua bt seketika.
gua harus sayang2an ke siapa?
tatapan gua sekarang ke kaca hitam. jendela kereta. betul sekali, saya berdiri sepanjang perjalanan.
gua tatap muka gua di jendela warna hitam.

ternyata gua cantik ya di kaca warna hitam.
gua ngayal. apa aja yang bakal gua lakuin nanti, kalo doi di samping gua.

hape geter tiba tiba. liat sms dari doi.
"aku udah sampe rumah"
"km kmana?"
"km dimana? jangan berantem lagi please"

gua gamau berantem. sumpah.
tapi. ini cuma sifat khawatir manusiawi yang sedang mengalami masalah dengan jarak.
betul! jarak.
kalo kata temen gua yang namanya kaya mantra "bucimuchal pujakemi"
jarak itu, jahat. gara gara jarak, orang bisa bohong. bisa selingkuh. bisa nyakitin. bener kan?
kepercayaan. cuma itu kunci satu satunya. tp kekawatiran. itu masalah inti dalam jarak. sekian

Senin, 01 Oktober 2012

sicsenation27 BALI

yak! sicsenation27 itu nama angkatan gua di sman 75.
itu ada artinya loh. panjang bgt.
gua suka lupa.
hahaha gua mau bahas waktu angkatan gua jalan jalan ke bali.

oke. angkatan gua dapet jatah ke bali setelah melalui proses musyawarah antara pihak sekolah dengan orang tua siswa.

kalo ga salah, berangkatnya itu juni.
tanggal 17-23 juni. kalo gasalah. soalnya gua suka lupa.

terus, sicsenation27 otw ke bali naik bus blue star dengan veldiRon tour. gua pastikan itu pelayanan yg sangat memuaskan. kenapa gua bilang begitu?

karena bus nya aja dinginnya udah kaya kulkas, sopir nya ada dua. dua dua nya joki men. bus sampai dibuat berasa ada sayapnya.

terus, crew dari veldiRon yang asik dan gaul gaul banget haha.

kita kumpul di sekolah jam 07.00
gua naik bus, gua duduk sama loren. loren itu, sahabat gua nomer 1 haha.
gua satu bus sama sebagian anak kelas gua. sebagian anak kelas 11 ips 2.

lucunya, gua sama dias. oke sebelumnya gua kenalin siapa dias itu. dias itu temen gua yg baru gua kenal pas gua kelas 2 sma. tp berhubung anaknya asik bego gitu. gua jadi nyaman deh. balik lagi, gua sama dias disitu lagi marahan. masa gua diem2an. kan gaseru bgt kan?
gua lirik dia? dia lagi liatin gua. gua mau ketawa. mau nyamperin trus peluk. Eh gengsi.

Terus, dalam perjalanan malam k2 di bus. Tiba tiba dia baikan gitu sama gua. Gatau knp.
Eh gua juga punya temen disana.
Ada fani. Oke fani itu anak yg mukanya kaya strawberry yg pernah kutemuin.
Trs, ada dea juga. Wah kalo yg ini sexy kece cantik deh haha.

Lama kalo gua jelasin apa yg terjadi di bus. Haha karna ada hal buruk yg trjadi jg.
Dari mulai hal tdk senonoh. Sampai rem blong bus 5.

Sampe di bali. Jam 2 pagi lah.
Langsung tidur. Paginya jam 7 harus pergi lagi.
Sumpah gua lupa susunannya kmana aja. Pokoknya kita ke tanjung benoa. Joger. Kuta. Krisna. Tanah lot. Uluwatu. Pasar sukawati. Pembuatan bedcover. Nonton tari bali.

Nah pas di hotel, ada kejadian mistis. Jeng jeng.
Temen gua yg kamar nya di depan kamar gua. Sebut saja fani evi elva. Yak satu kamar 3 org. Cuma gua yg b4 haha.

Gua loren dea meci lagi asik makan pop mie di dapur kamar hotel.
Tiba tiba. Pintu di gedor gedor rame bgt.  Yon buka yon please buka.
Ternyata triakan fani. Hampir gua keselek mie.

Pas gua buka pintu. Mereka bertiga masuk berebutan sampai gua ikut terdorong. Gua bingung ada apa?

Gua tanya fani dan dia menjelaskan.

Tadi kan kita lagi bongkar2 belanjaan yon. Trs, hordeng terbang. dan pintu balkon tiba tiba kebuka dan kebanting. Padahal itu pintunya kalo mau dibuka harus di jeglekin gagangnya. Aduh horror bgt. Si fani cerita gemeteran di pelukan gua. Dan dia keluar gapake baju. Bersambung.

PERKEMBANGAN SEJARAH PERS DI INDONESIA SAMPAI KEMERDEKAAN


RINGKASAN SEJARAH PERS
AYUNDAYANI ROSADI
PB 1B

1.       Era Kolonial (1744-1900)
·         Dunia pers, di era kolonial dimulai pada masa pemerintahan gubernur Jendral Gustaaf Willem Baron Van Imhoff. Surat kabar pertama pada 7 agustus 1744, dibatavia jakarta yaitu Bataviasche Nouvelles en Politique Raisonnementen.
·         Selama kurun waktu 1744-1854, surat kabar cenderung dimiliki oleh orang eropa, berbahasa Belanda ditujukan bagi pembaca berbahasa belanda berisi tentang kehidupan orang eropa dan tidak terkait dengan kehidupan pribumi
·         Barulah pada kurun waktu sesudah itu mulai muncul surat kabar berbahasa Melayu, misalnya Slompret Melajoe.
·         Parker (1982) mencatat bahwa sejak 1850-an ada sebanyak 30 surat kabar yang diterbitkan di Hindia Belanda. Surat kabar tersebut bukan hanya berbahasa Belanda, tetapi juga berbahasa daerah, Melayu, dan Cina.
·         Meskipun ada iklim yang memungkinkan terbitnya surat kabar, pemerintah kolonial pada dasarnya cenderung mencurigainya. Sehingga muncul terbitnya berbagai peraturan yang mengekang kehidupan pers. Peraturan pertama pemerintah kolonial tentang pers adalah Peraturan Barang Cetakan (Drukpers-reglement) pada tahun 1856.

Comment : pada masa itu, persuratkabaran di indonesia masih dikuasai oleh bangsa asing. Hal tersebut bukan menunjukan pengetahuan bangsa kita masih kalah dari bangsa asing. Tetapi, bangsa kita masih belum mendapatkan kebebasan menyatakan sesuatu saat itu.



2.       Era Perjuangan Kaum Nasionalis (1900 – 1942)

·         Pada tahun 1903 diterbitkan surat kabar pertama yang dibiayai, disunting oleh orang Indonesia diberi nama Soenda Berita dan dipimpin oleh Raden Mas Tirtoadisuryo, seorang wartawan muda berusia 21 tahun.

·         Kemudian pada tahun 1907 juga terbit Medan Priaji, surat kabar pertama yang juga dibiayai, disunting, dan diterbitkan sendiri oleh orang-orang Indonesia.

·         Pasca terbitnya Meda Priaji, sejak tahun 1913 mulai muncul dan berkembang model pers yang berafiliasi pada aliran politik atau organisasi tertentu. Maka jadilah pers sebagai corong dari aliran politik dan organisasi kebangsaan yang ada ketika itu.

·         Pada tahun 1918 dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Wetboek van Straftrencht) dicantumkan pasal-pasal pidana yang mengekang kehidupan pers.

·         Selanjutnya pada 7 September 1931 pemerintah mengeluarkan Persbreidel Ordonnantie. Peraturan ini memberi kewenangan kepada gubernur jenderal untuk melarang terbit penerbitan yang dinilai menganggu ketertiban umum.

·         Akibat adanya ordonasi tersebut, antara 1931-1936 tidak kurang dari 27 surat kabar kaum nasionalis diberangus (Lee, 1971)

Comment : pada masa ini, pers indonesia masih sangat dibatasi dalam kebebasannya, banyaknya suratkabar yang di bredel. Tapi, positif nya adalah munculnya surat kabar pertama yang dibiayai dan dilaksanakan orang indonesia. Masa itu, menunjukan langkah awal dari persuratkabarran yang full dilaksanakan orang indonesia.




3.       Masa Transisi Pertama

·         Pada masa ini Indonesia berada dalam kekuasaan pemerintahan penjajahan Jepang. Kehidupan pers diatur pemerintah penjajah dengan Undang-Undang No.16 yang memberlakukan sistem lisensi dan sensor preventif.

·         Selama masa kependuduknnya di Indonesia, pemerintah penjajah Jepang melatih para wartawan Indonesia mengenai teknik penerbitan modern. Selain itu pemerintah penjajah Jepang juga mengangkat wartawan Indonesia menjadi redaktur berbagai surat kabar di Jakarta (Asia Raya, Djakarta Pembangun, Kung Yung Pao) di Surabaya (Soeara Asia), di Bandung (Tjahaja), di Semarang (Sinar Baroe), dan di Yogyakarta (Sinar Matahari).

·         Namun demikian, keberadaan pers dikontrol secara ketat oleh pemerintah penjajah Jepang. Pers sepenuhnya diarahkan untuk melayani kepentingan pemerintah kependudukan Jepang, yakni memobilisasi rakyat.

Comment : Disinilah masa masa pertama perkembangan pers di Indonesia, di masa inilah pers indonesia berperan penting dalam persuratkabaran indonesia, walaupun dijaga ketat oleh jepang dan hanya melayani kepentingan pemerintah jepang

4.       Era Pers Partisan (1945-1957)

·         Pada awal kemerdekaan sampai tahun  1950-an ada tiga jenis surat kabar yang terbit di Indonesia, yaitu surat kabar republiken yaitu surat kabar yang anti-penjajah Jepang dan Belanda, surat kabar Belanda yaitu surat kabar yang menyuarakan kepentingan penjajah Belanda, dan surat kabar Cina yaitu surat kabar yang dikelola komunitas Cina (Hanazaki, 1998:12).

·         Sampai akhir tahun 1948 ada 124 surat kabar yang terbit di Indonesia, dengan tiras sebanyak 405.000 eksemplar. Akibat agresi Belanda kedua, pada tahun 1949 jumlah penerbitan surat kabar menurun menjadi 81, dengan tiras sebesar 283.000 eksemplar.

·         Memasuki tahun 1950-an, kehidupan pers bergairah kembali. Hal ini dimungkinkan karena UUD sementara 1950 memberi jaminan kebebasan pers. Pada masa ini, semangat kebebasan muncul secara kuat.

·         Sebelum kemerdekaan, pers pada umumnya mengidentifikasi diri sebagai pers perjuangan. Tetapi pada masa inipers cenderung mulai menjadi partisan. Artinya, pers menjadi pengikut partai, golongan, atau paham tertentu.


Comment : Perkembangan pers yang lebih pesat terjadi disini, namun disini pula kecermatan dan kehati-hatian kita dalam menerbitkan harus lebih waspada.


SUMBER : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN, ERLANGGA.

SEJARAH PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA



BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan bangsa Indonesiasebagaimana disiratkan dalam sumpah pemuda 28 Oktober 1928. bahasa negara sebagaimana disebutkan dalam UUD RI 1945 pasal 36, yang secara struktural merupakan varian dari bahasa melayu.
Secara historis, bahasa Indonesia merupakan salah satu dialek temporal dari bahasa melayu, yang strukturnya maupun khazanahnya sebagian besar masih sama atau mirip dengan dialek-dialek temporal terdahulu, seperti bahasa melayu klasik dan bahasa melayu kuno. Secara sosiologis, boleh kita katakan bahwa bahasa Indonesia baru dianggap "lahir" atau diterima eksistensi pada tanggal 28 Oktober 1928. Secara yuridis baru tanggal 18 Agustus 1945 bahasa kita itu secara resmi diakui adanya
B. Masalah atau Topik
1. Bagaimana sejarah bahasa Indonesia ?
2. Bagaimana perkembangan bahasa melayu menjadi bahasa Indonesia?
3. Bagaimana hubungan bahasa melayu dengan bahasa Indonesia
C. Tujuan
Agar kita sebagai mahasiswa bisa memilih memahami tentang sejarah bahasa Indonesia, bagaimana perkembangan melayu menjadi bahasa Indonesia dan bagaimana hubungan antara bahasa mekayu dengan bahasa Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
Bahasa Indonesia berasal dari bahasa melayu. Bahasa melayu dipakai oleh sebagian besar penduduk di pulau Sumatra, Bangka, Riau, Samananjung Malaka, dan sebagian Pesisir kalimatan bahasa Melayu belah berabad-abad dipergunakan terbukti dengan ditemukannya prasasti-prasasti itu antara lain:
1. Prasasti kedukan bukti, bertanda tahun 683 M
2. Prasasti logis, bertanda tahun 692 M ditemukan Bangka
3. Prasasti karang birahi,bertanda tahun 692 M ditemukan dijambi
Sebelum masa penjajahan Belanda di Indonesia dan sebelum dan sebelum menjadi bahasa Indonesia, bahasa melayu sudah menyebar ke seluruh Nusantara sebagian bahasa para pedagang atau terasa perhubungan antar suku (lingua fanna)
Bahasa melayu pada masa penjajahan mempunyai mempunyai peranan penting, baik dalam pendidikan maupun dalam politik. Pemerintah Belanda selain mendirikan seolah dengan menggunakan bahasa pengantar bahasa Melayu. Sejak tahun 1900 mulai terbit surat kabar berbahasa melayu, dan perkembangan bahasa melayu pun bertambah maju. Pada tahun 1981 pemerintah Belanda mendirikan taman bacaan rakyat, dengan tujuan mengumpulkan dan menerbitkan bacaan dalam bahasa melayu. Pada tahun 1917 badan in diubah nama badai pustaka. Dalam bidang politik pun bahasa melayu mempunyai peranan penting. Budi Ciltano yang berdiri pada tahun 1908 menggunakan bahasa melayu sebagai bahasa pengantar.
Kongres pemuda Indonesia I tahun 1926 bertujuan menyatukan berbagai organisasi pemuda yang ada padawaktu itu. Pada kongres itu, Mohammad Yamin dalam pedatonya menyatakan kenyakinannya bahwa bahasa melayu lambat laun akan menjadi bahasa persatuan bangsa Indonesia. Pada tahun 1926 itu juga, Yong Java, organisasi pemuda terbesar pada waktu itu, menyatakan menerima bahasa melayu sebagai bahasa perhubungan dalam musyawarah-musyawarahnya. Dalam kongtes pemuda Indonesia II, Yong Sumatera memeutuskan memakai bahasa melayu sebagai bahasa persatuan. Penduduk yang menggunakan bahasa atau tidak secara serempak, memerlukan alat perhubungan yang memungkinkan semua warga masyrakat satuan politik itu bergaul dan bekerja sama. Arus Nasionalisme dan terbentuknya negara kebangsaan yang baru, menimbulkan Aspirasi pemilikan bahasa Nasional sebagai lambang kesatuan bangsa yang dapat mengukuhkan rasa kesetiaan politis. Pemerintah yang hendak berjalan dengan baik memerlukan bahasa resmi kenegaraan yang daapt dipakai oleh pemerintah itu dalam komunikasinya dengan rakyat dan oleh sesama warga negara yang menjadi anggota jaringan kebahasaan yang lebh luas. Komunikasi akan lebih lancar jika ada kesamaan bahasa sampai tingkat tertentu.
Pada bulan Juni tahun 1938 diadakan kongres bahasa Indnesia I dan menyederhanakan ejaan Ch.A.Van Ophoysen, sebagaimana yang diungkapkan ki Hajar Dewantara :
"Jang dinamakan 'bahasa Indonesia' jaitoe bahasa melajoe jang soenggoehpoen pokoknya berasal dari 'melajoe riau' akan tetapi jang soedah ditambah, dioebah atau dikoerangi menoeroet keperloean zaman dan alam baharoe, hingga bahasa itoe laloe moedah dipakai oleh rakjat diseloeroeh Indonesia, pembaharoean bahasa malajoe hingga menjadi bahasa Indonesia itoe haroes dilakoekan oleh kaoem ahli jang beralam baharoe, ialah alam kebangsaan Indonesia".
Dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustur 1945, bahasa Indonesia menjadi bahasa negara, sekaligus menjadi bahasa persatuan, bahasa resmi dan bahasa pengantar disekolah-sekolah seperti tercantum dalam UUD'45 Bab XV pasal 36. Dalam surat keputusannya tanggal 19 Maret 1947, No. 264 / Bhg.A, Menteri Pendidikan Pengajaran dan kebudayaan pada waktu itu, Mr. Soewandi menetapkan, menyederhanakan ejaan bahasa Indonesia. Ejaan baru tersebut disebut Ejaan Suwandi atau Ejaan Republik.
Kongres bahasa Indonesia II Tahun 1954, di Medan bertujuan menyempurnakan tata bahasa dan ejaan bahasa Indonesia. Isi kongres bahasa Indonesia II tersebut adalah :
"……………bahwa asal Bahasa Indonesia ialah Bahasa Melaju, dasar bahasa Indonesian adalah Bahasa Melaju jang disesuaikan dengan pertumbuhannya dalam masyarakat Indonesia". Pada tangga 17 Agustus 1972 ditetapkan berlakunya Ejaan yang disempurnakan dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 20 Mei 1972, No. 031/A.1/72 dan dinyatakan resmi dipergunakan mulai tanggal 17 Agustus 1972 dengan surat Keputusan Presiden No. 52 tahun 1972.
Akhirnya, pada tanggal 28 Oktober 1978 diadakan kongres bahasa Indonesia III di Jakarta yang bertujuan memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia dalam hubungannya dengan bahasa daerah dan bahasa Asing. Pada waktu itu semua organisasi pemuda daerah memutuskan untuk bergabung dalam satu persatuan umum seluruh Indonesia dengan Ikrar bersama yang terkenal dengansumpah pemuda, yaitu :
Kini, 53 tahun setelah sumpah pemuda diikrarkan atau 36 tahun setelah UUD 1945 menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, Pemakaian bahasa Indonesia makin meluas dan menyangkut berbagai bidang kehidupan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil pembahasan di Bab sebelumnya kami dapat mengambil kesimpulan bahwa Bahasa Indonesia berasal dari bahasa melayu yang sudah diubah, ditambah atau dikurangi menurut keperluan zaman dan alam baru sehingga bahasa itu mudah dipakai oleh rakyat Indonesia. Sebagaimana yang telah tersirat dalam sumpah PEMUDA 28 Oktober 1928 dan dalam UUD 1945 Pasal 36.
Perkembangan bahasa melayu menjadi bahasa Indonesia melalui beberapa tahap/peristiwa sebagai berikut :
1. Kongres Pemuda Indonesia 1 tahun 1926. pada kongres itu, Mohammad Yamin dalam pidatonya menyatakan bahwa bahasa melayu lambat laun akan menjadi bahasa persatuan bangsa Indonesia
2. Pada tahun 1926, Yong Java menyatakan menerima bahasa melayu sebagai bahasa perhubungan dalam musyawarah-musyawarahnya.
3. Kongrs Pemuda Indonesia II, Yong sumatera memutuskan memakai bahasa melayu sebagai bahasa persatuan.
4. Pada bulan juni tahun 1938 diadakan kongres bahasa Indonesia I di Solo, yang bertujuan membicarakan dasar-dasar bahasa Indonesia dan mnyederhanakan ejaan Ch. A. Van Ophoysen.
5. Pada saat proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 bahasa Indonesia menjadi bahasa negara sekaligus menjadi bahasa persatuan, bahsa resmi dan bahasa pengantar di sekolah yang telah tercantum dalam UUD 1945 pasal 36.
6. Tanggal 19 maret 1947, Mentari pendidikan pengajaran dan kebudayaan, Mr. Soewandi dengan surat keputusannya No. 264/bhg. A, menetapkan, mneyederhanakan ejaan bahasa Indonesia.
7. Tahun 1954 diadakan kongres bahasa Indonesia II di Medan yang menyempurnakan tata bahasa dan ejaan bahasa Indonesia.
8. PadaTanggal 17 Agustus 1972 ditetapkan berlakunya ejaan yang tanggal 20 Mei 1972, No. 031/A.1/72 dan dinyatakan resmi dipergunakan mulai tanggal 17 Agustus 1972 dengan surat keputusan presiden No. 52 tahun 1972.
9. akhirnya, pada tanggal 28 Oktober 1978 diadakan kongres bahasa Indonesia III di Jakarta yang bertujuan menetapkan kedudukan dan kongres bahsa Indonesia dalam hubungan dengan bahasa daerah dan bahasa asing.
DAFTAR PUSTAKA
Tanjung, 1988, Bunga Rampai Ebtanas Bahsa Indonesia,Jakarta : PT. Intan Pariwara.
Kridalaksana, Harimurti, 1992. Pembentukan Kata Dalam Bahasa Indonesia.Jakarta : PT. Gramedida Pusaka Utama.
Moeliono Anton M. 1985. Pengembangan Dan Pembinaan Bahasa. Jakarta : Djambatan.
Effendi. 1995. Panduan Berbahasa Indonesia Dengan Baik dan Benar. Jakarta : Pustaka Jaya.



from : http://hadirukiyah.blogspot.com/2010/07/sejarah-perkembangan-bahasa-indonesia.html

KEHIDUPAN GATOTKACA




            Pagi ini, matahari terbit dari timur(axioma).  Seluruh keluarga Pandawa sedang berduka. Kenapa Karena baru saja tadi malam putra Bima tewas. Gatotkaca, salah satu putra terbaik dari Bima tewas di medan perang. Tungku pembakarannya menyemburkan asap asap, dan bahkan baranya pun belum padam. Wewangian menyelimuti udara disana. Tapi aku, adalah satu satunya yang tidak menangis yang ada di tempat ini. Mengapa aku tidak menangis? Karena, dia mati dengan hebat, bertempur dengan ksatria yang bukan tandingannya. Satu satunya yang berhak menangis adalah pergiwa, istri Gatutkaca, dia sama sekali tidak mengetauhi untuk apa suaminya mati. Dan mungkin orang kedua yang seharusnya menangis adalah aku, mengapa? Karena aku yang melahirkannya.
            Aku tak akan lupa, anakku lahir dengan menderita. Tali pusarnya tidak terpotong dengan alat apapun. Keris dan panah terhebat arjuna, seakan akan tidak memiliki arti. Hanya ada satu senjata yang mampu, pusaka wijayandanu yang dikuasai karna, kiblat pandawa berkata bahwa wijayadanu adalah hak arjuna. Pertarungan kaka beradik itu pun sangat lah sengit. Arjuna hanya berhasil mengambil sarung pusaka. Tetapi aku tak peduli, sarung pusaka yang tidak tajam itu mampu mengakhiri penderitaan anakku. Lenyaplah sudah tali pusar anakku. Aku melihat dia menjadi bocah kecil, lengkap dengan senyuman anak anaknya.
            Nasib yang memberikan jalan lain, ia menjadi pembela dewa-dewa di khayangan. Pracona dan sekipu raksasa raksasa itu menyerang. Anakku terpilih untuk menghadapi mereka.
Aku tidak mau melawan bayi, jadikan tubuhnya sebanding dengan kami. Raksasa-raksasa itu yang meminta, dan dewa yang menentukan. Lalu dilemparlah anakku yang mungil itu ke lautan api candradimuka. Sekian puluh pusaka menyertainya, dan kemudian muncullah sesosok pemuda berbadan kekar dari kobaran api itu, dan membantai Pracona.
“Arimbi istriku, sayang sekali kamu tidak melihat anak kita tadi. Sebagai ayah, aku sangat bangga padanya” (paradigma)
Matahari terbit lalu ayam mulai berkokok (asumsi). Aku tidaklah mengerti apa yang ada di fikiran suami ku, anak ku yang mungil? Yang seharusnya masih kuberi kasih sayang, kusuapi, kutemani tidurnya. Kini, ia datang dengan ukuran tubuh setinggi ayahnya, dengan kumis dan dada berbulu. Penuh keasingan, remaja yang tak pandai berkata-kata. Tapi, aku masih melihat matanya seperti mata bocah anakku. Kebanggan apa yang harus aku milikki?
Dia bahkan tak mengenaliku, dan tak mengetauhi apa itu ibu. Rasa nya ingin meledak kepalaku saat dia tak tau apa apa, dan ayahnya memberi tau aku ibunya beserta apa arti ibu..
            Waktu berjalan cepat, anakku menjadi ksatria paling setia di keluarga Pandawa. Semua orang menyayanginya. Semua prajurit perang membutuhkannya. Gatotkaca dan pasukannya memiliki semangat, bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh (Adagium).  Kini anakku milik bersama, bukan milikku seorang. Ia milik Pandawa, yang telah memiliki rencana akan masa depannya. Betul.  Jika dia ada di Amarta.
Tetapi, saat ia berkumpul dirumah saudaranya? Antareja dan Antasena, mereka bercanda keriangan memanjat pohon, berlarian di halaman rumah ayahku. Sementara Gatotkaca, ia hanya mengawasi dari kejauhan. Aku melihat ada jiwa yang ingin memberontak dari tubuh kekar anakku. Mungkin, karena ia tidak pernah merasakan hal hal indah seperti saudaranya. Ia hanya mengenal perang, yang menjadikan nyawanya adalah taruhannya.
“anakku, apa kamu tidak mau main seperti mereka?”
“ia tidak mengjakku”
“tapi kau boleh”
“...........”
“kau ingin menatap capung?”
“terlalu mudah bagiku”
            Aku lupa, anakku bisa menguasai udara. Tetapi, tak adakah waktu untuk mengenalkannya apa itu senang? Apa itu indah? Apa itu duka? Aku hanya ingin anakku seperti manusia selayaknya. Tetapi saat anakku jatuh cinta, aku senang tak terkira. Ia bertemu pergiwa putri arjuna. Belum ia merasakan bahagia seutuhnya, ternyata Pergiwa telah dijodohkan dengan Lesmana anak Duryudana Raja Hastina. Ia patah hati.
            Tetapi, aku berterimakasi dengan kresna, yang telah mengajarinya mencuri  pujaan hatinya. Dan sekarang ia telah memberiku cucu yang mewarisi kegagahan Gatotkaca, Sasikirana. Dua tahun saja menjadi keindahan untukku, setelah itu dia kembali kesediakala. Kembali berperang untuk memperluas jajahan.
Peristiwa Tunggarana, sebuah tanah perbatasan antara Pringgandani dan Trajutrisna, menjadi pertarungan antara Gatotkaca dan Boma. Orang-orang berfikiran Boma akan menang, karena ia adalah anak Kresna. Tetapi, semua pasti ada campur tangan Kresna. Karena boma, bukanlah anak Kresna, ialah aib dari seseorang raksasa yang menghamili istrinya. Aku semakin yakin dengan hal itu, karena peristiwa tewasnya Samba anak kresna yang lain oleh boma.
Tadi malam Kresna menyelinap ke peraduan Gatutkaca.
“anakku. Seberapa besar kau mencintai pandawa?”
“sebesar hormatku padamu”
“jika ku minta nyawamu malam ini?”
“kau lebih tau harga yang pantas untuk itu”
“kemenangan pandawa”
“tunjukan jalanku”
            Mengapa harus anakku? Pagi ini aku menyelinap ke benteng kurawa untuk menemui karna. Kuceritakan padanya tentang Gatotkaca, anakku yang malang. Mengapa seorang karna begitu lantang tertawa setelah menghabisi nyawa seorang bocah yang bukan tandingannya? Ia tersenym
“kami hanya sedang bermain”
Kutatap matanya lekat. Aku tahu bahwa aku telah memaafkannya.
DISTORSI : pesan yang dapat diambil dari cerita diatas adalah sebagai ayah atau kepala keluarga harus mempunyai sikap yang tegas bukan egosi, sebagai pemipin kita tidak boleh bertindak semena-mena dan ajangan mengorbanan kebahagiaan orang lain untuk kepentingan diri sendiri.

Intip sejenak

Winda. Nene. Memel. Dwiika. Agnes. Ridsja. Bule. Bon2. Tika. Agam. Lala. Abat. Wilda. Meci. Rafli
Big of PST.
Kemana kalian? Rindu canda tawa kalian.
Yah! PST. Sebut saja pasukan sepuluh tiga.
Hahahaha cukup lama, saat kelas satu sma nama tersebut kita publishkan.
Sekitar dua tahun lebih yg lalu.
Kita bareng2 masuk pintu gerbang sman 75.
Awalnya gua ga kenal siapa siapa.
Tp, karna keasikan semuanya.
Berubah. Orang lain yg menjadi keluarga.
Emang, kelakuan smp masih keliatan. Wajar.
Main tak jongkok. Tak umpet. Ceng2an. Tapi kenapa itu yg ngebuat jadi kenangan lucu ya.
PST paling hobi yang namanya travelling.
Yah walaupun cuma naik motor hahaha. Tapi, banyak aja kenangannya.
Yang jatoh dari motor di dalam lumpur lah. Tersesat di hujan lebat. Dan banyak deh.
bulan puasa, kita malah makan dirumah salah satu personil. sebut saja winda. alhasil, jakarta gempa.
azab mungkin. terus, kita hoby bgt yg namanya foto foto.
berhubung gua osis.
gua jadi jarang kumpul, anak anak protes. demi mereka, gua bolos rapat dengan segala macam alasan.
selama ujian? wahh itu hasil kekompakan lah. sebut saja ridsja. dia adalah teman gua yg memanfaatkan pantulan cahaya matahari saat ujian.  dia selalu copas jawaban gua, dari cahaya itu. ntah gimana caranya. dan nilai nya slalu lebih tinggi dari gua.
hampir mau naik kelas, gua galau.
gua diancam mau pindah sekeluarga ke bogor. kita sempet adain kumpul. gua gabisa.
gua demo dirumah. sampai akhirnya gua jadi anak kos. yang penuh dengan cerita ttg realita hidup. thank you

Diberdayakan oleh Blogger.

Search Box

HALO

Foto saya
Jawa Barat, Bogor, Indonesia
hello, nama gua ayundayani rosadi. buat lebih akrab panggil aja gua yonde. gua sempet SD di SDN 15 pagi Tugu Utara. terus gua sempet SMP juga di SMPN 136 Jakarta Utara. gua juga sempet SMA nih, di SMAN 75 Jakarta Utara. sekarang gua mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta, jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan. Program Studi Jurnalistik. tepatnya dikelas Jurnalistik 1b. gua Announcer di @porosfm (polytechnic radio station) thank you \m/

Pengikut