Rabu, 11 Desember 2013

Keajaiban dari Sebuah Kepercayaan

Kepercayaan membunuh, jika diberi kepada orang yang salah.
Kepercayaan menyatukan, jika diberi kepada orang yang benar.
dan Kepercayaan resmi terhapuskan.
Jika Kepercayaan disambut dengan segala kebohongan.

Ajaibnya sebuah kepercayaan.
Entah menghantar kemana lagi kepercayaan itu.
Ke sebuah kekecewaan
atau kepercayaan-kepercayaan yang semakin kuat?

Jika sudah hilang kepercayaan.
Mungkin memaafkan masih terlintas.
Tetapi, berniat untuk memberikan kepercayaan kembali?
Hal yang sulit.

Kepercayaan ibarat sebuah cangkir cantik.
Jika gagangnya pecah,
membuat tidak enak dilihat lagi.
meski masih dapat digunakan.

Bukan berarti adalah sebuah dendam.
Tetapi, sesuatu yang retak.
Tentu tidak sama dengan bentuk awalnya.

Jaga baik-baik. Sebuah keajaiban dari Kepercayaan

Minggu, 24 November 2013

Kenangan dan Pemiliknya



                                                            Oleh : Ayundayani Rosadi

Aku dan kenangan itu kembali lagi menyatu merajut impian yang dahulu pernah dibuat dalam janji suci sebuah hubungan. Bukan aku yang menciptakan kenangan itu, tapi kenangan itu sendiri yang menghadirkan sebuah permintaan untuk tetap dikenang. Dahulu, sempat berfikir bahwa takan pernah kuhadirkan kenangan ini lagi dalam suasana hati apapun. Tetapi seketika, kenangan itu datang dengan deras saat si pemilik kenangan kembali dengan seenaknya saja dalam hidupku, mengikatku kembali, mengurungku kembali dalam nikmat kebahagiaan yang nyata dalam kehidupanku saat ini.
Bagaskara Dirga Ratama nama itu sangat tidak asing dalam hidupku. Aku memanggilnya Bara, seseorang yang tak pernah lepas dari motor balapnya. Seorang pembalap terhebat di sircuit yang ada di Indonesia dan mungkin seAsia Tenggara. Lelaki yang pernah menghiasi kehidupan cintaku 4 tahun lamanya. Dahulu, kami sering menantang angin malam kota Jakarta hanya untuk bersenang-senang bersama. Bagaikan kehidupan, roda motor balap Bara melaju dengan seimbang dan tak pernah jatuh ke tanah.
Sesuai dengan namanya, Bara seperti api yang selalu membara. Semangatnya tak pernah padam, emosional nya meledak-ledak, dan hanya bisa di taklukan dengan sesuatu yang berbau aku. Aku ingat sekali Bara, kau selalu meredam emosimu jika sudah mendengar suaraku. Aku sangat mencintaimu, memilikimu dan saat itu tak pernah bisa lepas dari hidupmu.
Bara suka sekali dengan Mawar Putih, menurutku kamu adalah laki-laki yang memilki perasaan selembut tissue. Sky Dinning di kawasan Plaza Semanggi menjadi saksi pertama akan keromantisanmu Bara, disana kau memberiku kalung emas putih berliontin laba-laba yang sangat indah. Sangat mengetahui aku menyukai binatang itu kau pun membuatnya dalam bentuk kalung. Kau luar biasa Bara.
Hubungan selama 4 tahun sudah cukup menghasilkan banyak kenangan Bara, dihari ketika Bagaskara Dirga Ratama harus pergi ke France di kota kecilnya Gray. Saat itu Bara turun sircuit untuk memperjuangkan Negara Indonesia ini di Kejuaraan yang digelar di Negara itu. Mulai dari pertandingan hari itu, Bara yang roda balapnya selalu seimbang tak pernah jatuh ke tanah, saat itu Bara terjatuh di tanah yang mungkin belum akrab dengannya. Keadaan kritis Bara membuat suasana hatiku saat itu tak karuan, dengan uang seadanya aku mencoba menyusul ke negara antah berantah itu.
Aku menyesal sebelum pertandinganmu dimulai, kau menghubungiku berkali-kali dan kau sempat agak emosi. Aku sangat tau kepanikanmu jika tak mendapat kabar dariku, aku sangat mengetahuinya. Tetapi hilang sudah Bara yang ku cintai, nyawanya tak tertolong. Hanya satu yang terselamatkan dari mu saat itu, kenangan 4 tahun kebersamaan kita masih selamat. Aku terpuruk dan tak pernah membuka hati kepada setiap lelaki yang mendekat. Sampai akhirnya aku mulai membuka diri bahwa kau memang sudah tiada, tetapi hidupku harus tetap seimbang dan berjalan bagai roda balapmu.
Dua tahun hidup tanpamu, aku mulai membuka diri dengan menjalani segala aktifitasku dengan semangat. Pekerjaanku sebagai Jurnalis membuat hidupku terpental ke penjuru daerah negeri ini. Bara, aku mulai mencoba untuk melupakanmu dan membuatmu tenang dalam alammu.
Suatu hari aku masih mengenakan seragam reporter ku harus segera menuju pulau Sulawesi untuk meliput beberapa kuliner dan budaya khas pulau itu. Aku sangat bersemangat karena pulau itulah yang sangat aku tunggu-tunggu untuk aku singgahi. Bukan karena di pulau itu kita pertama kali bertemu Bara, tetapi saat itu aku rindu sekali dengan keindahan Bunakennya.
Pulau Sulawesi tepatnya di Makassar aku bertemu dengan Bara ku dulu. Dengan motor balapnya lagi, dan dengan seragam ini. Berawal dari wawancara eksklusif kemenangan pertandingan Bagaskara Dirga Ratama.
Di hari ketiga keberadaanku di kota Makassar, aku pergi ke wahana permainan yang cukup besar dikawasan sana. Karena hari itu aku mendapatkan jatah liburan akhir karena selesainya tugas-tugasku.  Aku terkejut, disana ada wahana balapan motor mini. Tidak sama sekali terkenang tentang Bara saat itu, aku memasuki wahana itu seorang diri. Aku gagal mencobanya, karena yang mengendarai harus seorang pria.
Tiba-tiba dari arah jam 09.00 ada motor balap menghampiri aku, tak terlihat sama sekali wajahnya. Hanya saja matanya yang tajam memandangku dengan hangat seakan mengajak aku untuk berkunjung lebih dalam ke matanya. Belum sempat mengenal siapa dirinya, aku duduk di jok belakang motor balap itu. Meningkatnya adrenalinku saat si pengendara misterius itu mengingatkanku kembali dengan Bagaskara Dirga Ratama. Keseimbangan rodanya dan kemenangan kami di dalam wahana itu.
Selesai permainan, aku melihat wajah dibalik helm full face itu. Terkejut bukan main, siapa dia? Apakah kembaranmu Bara? Wajahmu benar-benar mirip dengan pengendara misterius itu. Hanya berbeda dengan warna bola mata, karena bola matamu hitam dan bola matanya coklat seperti memakai softlens.
Aku berkenalan dengan pengendara misterius itu, ternyata namanya Andi Akmal Akram. Pria asli dari kota makassar yang masih memiliki keturunan darah bangsawan dikota ini. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan Bara anak tunggal dari keluarga keraton Solo.
Akram, aku memanggilnya dengan sebutan itu. Mungkin dia masih ingat wajah kagetku ketika pertama kali melihat wajahnya. Apa ini kau Bara? Reinkarnasi itu benar-benar ada atau tidak aku pun tidak mau berfikir takhayul itu terlalu jauh.
Aku bertukaran nomer handphone dengan Akram, kepulanganku ke Jakarta juga diantar olehnya ke bandara Kota Makassar. Sifat energik nya sangat mirip dengan Bara membuat aku benar-benar terperangkap dalam kenangan itu. Si pemilik kenangan itu hadir lagi dalam keanehan yang sulit ditebak. Bukan kembar identik tetapi bisa seperti pinang dibelah dua, sungguh membuat banyak tanda tanya didalam kepala.
Sudah 6 bulan lamanya aku berhubungan dengan Akram, hari ini akram akan kerumahku. Kebetulan dia sedang berkunjung kerumah saudaranya yang ada di Jakarta. Hubungan 6 bulan kami saat ini sudah mencapai ke titik keseriusan, tetapi belum sama sekali adanya kejelasan. Maklum saja, terakhir pertemuan kami itu 6 bulan yang lalu. Dengan singkat dan penuh dengan misteri.
Hari ini aku dan Akram akan mengelilingi Taman Safari, karena itu permintaan Akram jadi aku sebagai orang yang lebih mengenal Jakarta bersedia untuk menjadi tour guide dalam trip perjalanan Akram kali ini. Dia memang hobi travelling dari cerita-cerita nya dalam ponsel selama 6 bulan ini.
Aku memakai pakaian casual tetap dengan gaya diriku sendiri dan tak lupa mengenakan parfum Balenciaga Florabotanica favoritku. Aku yang akan menjemputnya ke bandara, jalanan cukup padat merayap karena hari ini jam pulang kerja. Sesampai di Bandara, lelaki bertubuh tinggi besar, berkulit coklat, berambut berantakan, bermata coklat, dan hanya memakai kaos oblong dan celana pendek sudah duduk dikursi tunggu bandara.
Ternyata Akram sudah lebih dulu sampai daripada diriku. Akram masih sama, masih seperti Bara dan lagi-lagi membuatku terkejut dengan memberiku mawar merah. Terkejut, Akram dengan mawar merahnya dan Bara dengan mawar putihnya. Tiba-tiba dadaku sesak mengingat segala kenangan itu, perasaanku tak bisa aku kendalikan, aku memeluk Akram seakan Bara masih dihadapanku. Perihal Bara, aku sudah banyak cerita dengan Akram. Mungkin, dia sadar arti pelukanku itu hanya pelukan yang merindukan kenanganku.
Kami pergi ke tujuan awal dengan tawa yang meledak-ledak, padahal itu pertemuan kami yang kedua. Sangat aneh, saat itu aku berfikir mengapa Akram bisa sedekat itu denganku, mungkin karena kami selalu kontakan via celuler.
Akram terlihat bahagia dan sangat lelah hari itu, belum sempat mencari penginapan akhirnya dia aku izinkan untuk menginap dirumahku. Sesampai dirumah, bukan hanya aku yang terkejut melihat Akram. Mamaku yang sama sekali tidak tau cerita tentang Akram sempat merasa merinding saat aku mengenalkan Akram padanya. Papaku juga melontarkan banyak pertanyaan sangkin herannya atas kemiripan itu.
Tengah malam, Akram mengirimkan pesan singkat kepadaku.
Kamu sudah tidur? Bisa turun ke ruang TV sebentar?
Tanpa membalasnya, aku segera turun kebawah dan mengenakan jaket malamku karena baju tidurku yang agak tembus pandang. Akram menonton Tv, aku terdiam dibelakangnya. Teringat Bara kembali, potongan rambutnya, aku rindu denganmu  Bara.
“Devi, sini duduk sebentar. Ko kamu bengong sih?”
“Iya, aku hmm kenapa belum tidur?”
“Aku mau bicara sesuatu”
Bara. Mulai malam itu aku benar-benar terkejut dengan semua skenario ini. Akram memberiku kalung emas putih, bedanya kali ini berliontin huruf “A”. Apa maksud semua ini? Akram menyatakan perasaannya padaku. Aku mencintainya masih sebatas aku melihat dirimu ada di dalam Akram. Tetapi aku tidak mau kehilanganmu untuk kedua kalinya Bara.
Mungkin, kau sudah memberikan buku kenangan kita dulu kepada Akram? Atau kau sudah membuat persetujan kalau akram yang akan menjadi pemilik kenangan itu? Atau apa? Semua tanda tanya terjawab saat Akram ingin menikahiku.
Akram pun tahu, aku mencintainya karena bayangmu. Tetapi Akram tetaplah Akram, dan pemilik kenangan itu tetaplah kamu. Mungkin, sudah seharusnya Akram yang meneruskan buku kenangan itu. Dengan Akram, yang bisa menyeimbangkan perjalanan yang harus tetap berjalan layaknya hidupku saat ini.
Semua kenanganmu kembali lagi Bara, takan ku hapus dan takan ku lupa. Tetapi akan kunikmati lagi kebahagiaanku dengan si pemilik kenangan yang berikutnya, Akram.



Sabtu, 22 Juni 2013

Mengapa Datang Lagi?

Kopiku sudah mulai dingin,

Hujannya juga sudah mulai berhenti,

malamnya juga sudah ingin pagi lagi,

Playlistnya juga memutar dari awal lagi,

Tapi aku?

Masih terduduk di balkon rumahku,

Pukul 2 pagi sudah cukup dingin di wilayah Bogor, yang katanya Kota Hujan ini,

Permen-permen batanganku juga sudah mulai enyah,

Tapi mengapa kau tak enyah juga?

Masih ingin menyiksaku?

Kau putar lagi semua lantunan melodi rindumu,

Kau kejar lagi ketika aku ingin mencoba lari,

Aku kira kau memang benar memegang omonganmu, katamu "aku takan kembali"

Tapi mengapa kau kejar lagi?

Setelah sakit kau khianati, kau ingin jalin lagi tali silahturahmi,

Dulu kan aku sudah bilang,

Sesuatu yang sudah retak, jika disambung kembali, tidak akan sesempurna bentuk asli.

Kau ingat kataku itu?

Maaf.

(AYR)

Cinta = Pengorbanan (katanya)


Dibidik pengakuan

Pengakuan akan cinta setiap insan

Seperti insan yang mengakui arti cinta

Dalam bekuk hangat dan luka

Dalam intim peluk dan tampar

Ada mata yang menatap tulus

Berharap yang ditatapnya tak akan hilang

Cinta tidak akan luar biasa

Jika pengorbanan belum terjual

Sabtu, 01 Juni 2013

bintang : kamu

dulu, langit cerah sekali dengan bintangnya.
dulu, langit juga bilang sama aku.
kalau langit tidak akan menangis.
tapi aku kaget.
langit tak menepati janji.
langit menangis, ketika tak ada bintangnya.
langit marah mengeluarkan gunturnya.
langit pun berkata padaku.
"langit yg membutuhkan bintang, sama seperti aku membutuhkan km. langit bisa menerangi seisi bumi dimalam hari karena bintang. layaknya sama, seperti aku yg berguna untuk semua org karena adanya km."

semenjak langit berkata itu padaku, aku mengerti.
apa adanya km, sudah melengkapi semua kurangnya aku.

akan tetapi aku kembali mengadu kpd langit.
hey, mengapa bintang meninggalkanmu?
dan mengapa dia meninggalkan ku?
langit hanya diam.
aku memaki langit untuk menjawab.
lalu langit angkat bicara lagi

"hey, sudah lah. datang dan perginya mereka yg kita cintai. sudahlah di atur yg kuasa. lihatlah, bintaang masih hadir bukan? walau kadang hilang. sesungguhnya bintang ada. hanya sesaat dia tertutup oleh kabut dan awan."

"sama, seperti org yg kau syg.
sesekali dia menghilang, seakan akan kau jadi org tersedih di dunia. tapi? harus kau ktauhi, dia sebenarnya ada. di dalam hatimu."

sama seperti bintang, benar. kamu seperti bintang.
dan aku, seperti langit.
yang hanya menjadi gelap tanpamu.

Rabu, 08 Mei 2013

tugas penulisan berita


Nama : Ayundayani Rosadi
Kelas : PB 2B
Penulisan Berita II
Tugas Reportase





Bernostalgia di Mahakarya Ahmad Dhani
JAKARTA – Ahmad Dhani menggelar konser yang bertemakan “Mahakarya Ahmad Dhani in Concert” digelar pada hari rabu 13 Juni 2012 di Plennary Hall Jakarta Convetion Center, Jakarta Selatan. Konser yang boleh dikatakan sebagai ajang dari reuni dari Dewa 19 ini melibatkan banyak musisi tamu papan atas.
Konser yang menyuguhkan lagu-lagu ciptaan Ahmad Dhani umumnya sudah tak asing lagi ditelinga pecinta musik tanah air. Beberapa lagu lama dan baru yang diciptakan Dhani di mainkan dan membuat penonton masuk kedalam suasana kerinduan. Lagu-lagu ciptaan Ahmad Dhani dibawakan oleh beberapa artis ternama seperti Vina Panduwinata, Titi Dj, Agnes Monica, Afgan, Ari Lasso, Once, Indonesia Idol dan Saunine Orkestra.
Namun ternyata tidak semua musisi yang pernah memperkuat formasi Dewa 19 dan yang pernah mempopulerkan karya – karya Ahmad Dhani bisa di hadirkan di acara ini. Nama – nama seperti Reza Artamevia, Tere, Pingkan, Maia Estianti, Tyo Nugros, Wawan, Wong Aksan, dan Erwin tidak terlibat di acara ini.
T.R.I.A.D adalah salah satu band yang dikelola Ahmad Dhani (vokal) dengan personil 5 anggota yaitu Cameria Happy Pramita (gitar, backing vokal), Ices (bass), Tharaz Bistara (Gitar), Ikmal Tobing (drummer), dan Wahyu Sudiro (gitar). T.R.I.A.D mengiringi Mulan Jameela menyanyikan hits single kedua “Makhluk tuhan paling seksi” dengan menakjubkan karena vokal dan kostum Mulan yang luar biasa juga setting panggung yang menggelegar.
Lagu yang berjudul “Madu 3” dibawakan oleh Dion Idol Ft T.R.I.A.D dengan irama mendayu-dayu, atau sering disebut Musik Jazz Swing. Dengan setelan ala finalis Indonesian Idol 5 itu, Dion mampu menyihir penonton dengan lagu yang di aransemen itu. Terdengar ada sedikit improvisasi yang diberikan Dion, dan membuat lagu semakin menghibur penonton.
Ari Lasso adalah salah satu mantan vokalis Dewa 19 yang banyak digemari oleh pencinta musik Indonesia, seniman yang hobi membaca itu kini bersolo hits di belantika musik Indonesia. Membawakan lagu ciptaan Dhani yang berjudul “elang” yang hits di tahun 1999 di album The Best of Dewa 19, lagu ini adalah hits terakhir yang dibawakan Ari Lasso saat menjadi vokalis Dewa 19 dahulu.
Single pertama Dewa 19 yang merupakan salah satu lagu terpopuler di era 1990-an “Kangen” di bawakan Dewa 19 ft Ari Lasso. Kerinduan akan suara Ari, yang dahulunya pernah menyanyikan lagu ini saat masih menjadi vokalis Dewa 19 terlihat dahsyat. “Semua kata rindumu semakin membuatku tak berdaya menahan rasa ingin jumpa, percayalah padaku aku pun rindu kamu, ku akan pulang, melepas semua kerinduan, yang terpendam” terdengar kompak bercampur antara suara Ari dan penonton. Terlihat artis Indonesia, Shanty ikut bernyanyi dengan mengangkat kedua tangannya penuh kerinduan dari kursi penonton.
Al, El, Dul atau biasa dikenal dengan nama band nya “The Lucky Laki” membawakan hits nya yang berjudul “Bukan Superman”. Jagoan Dhani terlihat canggung dan gugup, saat itu. Tapi keseluruhan penampilannya membuat kagum penonton karena berkat didikan ayah kandungnya itu, Al El Dul menguasai alat musik.
Ahmad Dhani memanggil anak bungsunya naik keatas panggung, Dul yang masih polos naik saja tanpa menyapa penonton. Lalu ayahnya menyuruh Dul untuk turun dan mengulang memanggil Dul ke atas panggung untuk memberi penghormatan terlebih dahulu kepada penonton dengan menundukan kepala. Penonton tertawa atas kelakuan anak dan ayah diatas panggung. Dhani dan Dul Ft Ari Lasso, menyanyikan  lagu “cinta kan membawamu kembali” dengan penuh penghayatan. Dul dan Dhani memainkan piano, Ari bernyanyi dengan sempurna membuat penonton ingin mendengar lagu itu.
Dengan gaun orange hijau dan jepit rambut hijau, penyanyi senior belantika musik Indonesia Vina Panduwinata menyanyikan lagu “Lagu Cinta” diiringi oleh Oni and Friends Orchestra mengheningkan penonton. Lagu yang liriknya menyentuh hati, mampu membuat penonton diam untuk mendengar suara merdu mama Vina. Cinta bukan sekedar kata-kata indah, cinta bukan bukan sekedar buaian belaka peraduan”.
Titi DJ yang memakai kostum serba merah dan aksesoris seperti payung diatas kepala adalah salah satu diva Indonesia yang hadir di konser Mahakarya Ahmad Dhani. Titi DJ membawakan lagu “Takkan ada cinta yang lain” diiringi dengan Ahmad Dhani. Sebelum bernyanyi, Titi DJ mengobrol mengenai status Dhani diatas panggung. “Sebenarnya Ahmad Dhani ini sudah menjadi duda atau belum ya?”. Membuat pecah tawa penonton. Lagu yang hits pada zamannya itu, berhasil mengajak penonton bernostalgia.
Terbukti, berkat olahan hasil tangan Dhani yang menghasilkan musisi-musisi baru seperti Mahadewi, Mahadewa, T.R.I.A.D, The Lucky Laki. Mereka hadir dan membawakan lagu karya Dhani tidak kalah hebat dari artis-artis senior yang hadir.
Penyanyi dan artis muda energik dan sudah Go Internasional ini hadir membawakan karya Dhani yang berjudul “Pupus” dan “Dewi Cinta”. Agnes Monica membawakan lagu Pupus dengan aransemen berbeda dan menarik. Dengan ciri khasnya, Agnes Monica menambahkan teriakan-teriakan dan improvisasi luar biasanya. Membuat penonton ikut bernyanyi sambil mengangkat tangan dan bertepuk tangan. Tak heran jika Dhani pernah mengajak duet penyanyi muda berbakat ini.

Minggu, 24 Maret 2013

disaat

disaat seseorang mulai sering mencuri pandang dengan orang lain
itulah disaat dia ingin lebih mengetahui

disaat seseorang mulai sering senyum dengan orang lain
itulah disaat dia ingin melihat senyuman balik darimu

disaat seseorang mulai mendekat dengan orang lain
itulah disaat dia ingin memandangmu lebih dekat

disaat seseorang mulai mengajak berkenalan dengan orang lain
itulah disaat dia ingin memulai hubungan

disaat seseorang mulai perhatian dengan orang lain
itulah saat dia ingin kamu melihatnya

disaat seseorang mulai mengatakan sayang dengan orang lain
itulah disaat dia ingin engkau membalas kata sayangnya

disaat seseorang mulai menasehati
itulah disaat dia ingin kamu jadi lebih baik

disaat dia semakin mencereweti mu dan melarangmu
itulah disaat dia mulai kawatir dengan keadaanmu

disaat dia mulai menangis akan kelakuan mu
itulah disaat seseorang menyesal tidak bisa menjadi yang terbaik

disaat dia mulai berhenti bicara padamu
itulah disaat seseorang mengalami titik beku akan kelakuanmu.

sebenarnya, semua perlakuan seseorang memiliki sebab dan akibat.
karena hanya orang gila, yang bertindak tanpa sebab.

dan sebenarnya juga, orang yang memberimu semua tahap disaat tadi.
dialah orang penting, yang jangan sampai memberikan tahap disaat yang paling terakhir.

karena, tidak semua mau kita dapat diterima oleh semua orang.
dan mungkin saja, hanya dia.
yang melewati semua tahap disaat diatas.
yang mampu menerima semua kemauan mu

(AYR)
Diberdayakan oleh Blogger.

Search Box

HALO

Foto saya
Jawa Barat, Bogor, Indonesia
hello, nama gua ayundayani rosadi. buat lebih akrab panggil aja gua yonde. gua sempet SD di SDN 15 pagi Tugu Utara. terus gua sempet SMP juga di SMPN 136 Jakarta Utara. gua juga sempet SMA nih, di SMAN 75 Jakarta Utara. sekarang gua mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta, jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan. Program Studi Jurnalistik. tepatnya dikelas Jurnalistik 1b. gua Announcer di @porosfm (polytechnic radio station) thank you \m/

Pengikut